Minggu, 13 Oktober 2013

Catatan Kecil Arsitek

... 
Berpikir tiada henti 
Awalnya hanya sebuah bayang 
Dimulai dari titik 
Hingga menghasilkan coretan 

Apakah berhenti sampai disini? 
Tidak juga 
Terkadang ketidakpuasan telah menanti 
Hingga menciptakan coretan lainnya 

Lalu lahirlah karya 
Torehan dari pikiran dan hati 
Dikritik dan dinilai orang 
Biarlah… 

Bukan hasil akhir yang ingin diperlihatkan 
Melainkan proses berpikir 
Kematangan beranalisa 
Serta alasan dibalik hasil akhir ini 

Teruslah berkarya 
Ciptakan gagasan menarik 
Mulailah sejak dini
Hingga waktu berhenti 
...



 Catatan Kecil ini terinspirasi dari keseharian saya ^^

Sabtu, 12 Oktober 2013

Meneropong Keindahan Semesta

Siapa sih yang tidak tau Bosscha? Yepp.. Observatorium yang merupakan salah satu lokasi syuting film Petualangan Sherina yang sangat fenomenal pada masanya. Adegan dari film ini yang memiliki latar Bosscha masih teringat jelas di ingatan (apalagi adegan nyanyi-nyanyinya) ^^ Eiitsss, tapi bukan filmnya yang akan dibahas kali ini, melainkan observatoriumnya.

Kamis lalu, 10 Oktober 2013, kami rombongan mahasiswa S2 FSRD ITB melakukan perjalanan panjang menuju Bosscha dengan kendaraan yang apa adanya. Awalnya kami berencana naik angkot rame-rame, tapi ternyata yang bawa kendaraan motor lebih banyak. Lalu akhirnya pilihan jatuh pada seorang teman yang membawa kendaraan mobil dimana kapasitas yang menumpang lebih banyak dan tidak seimbang dengan kondisi mobil yang ternyata bagian belakangnya telah dicabut kursinya. Walau bagaimanapun kami tetap menikmati perjalanan itu bahkan sempat diabadikan. ^^ hehehe…

 Dalam perjalanan menuju Bosscha

Akhirnya kami tiba juga di Bosscha. Udara sore hari itu lumayan menggigit dan untungnya saya tidak lupa membawa jaket. ^^

 SnB cuma bertiga, haha...

Sebelum memasuki lebih dalam lagi, kami dipanggil untuk mengikuti semacam kuliah umum mengenai Bosscha dan alam semesta kita ini.

Berpose sebelum mendapat kuliah umum

  Menyusuri jalan menuju Bosscha

 Berpose bersama kawan-kawan S2 desain ITB


 Menikmati pemandangan sore depan observatorium



Karena keasyikan jepret sana-sini, kami lupa bahwa rombongan lainnya telah masuk ke dalam observatorium. ^^ Kamipun menyusul masuk ke dalamnya. Bagian dalam observatorium ini cukup unik. Dari luar bangunan tampak kecil, tapi ketika masuk rasanya banyak manusia yang bisa ditampung di dalamnya. ^^ Antara entrance dan bagian inti bangunan terdapat jeda berupa ruang penyambut yang di dalamnya terdapat beberapa koleksi foto mengenai astronomi serta seorang yang sepertinya saya kenal telah berdiri menyambut di dalam ruangan tersebut. Hahaha… Dunia memang sempit ya, ternyata yang menyambut kami itu adalah kawan lama saya, Gaby, ketika masih SMP dulu di Makassar.


 Bersama Gaby di Bosscha

Beberapa koleksi visual mengenai astronomi

 Tangga yang menuju ke lantai atas

 Pada bagian inti bangunan terdapat tangga menuju ke lantai atas. Sayangnya area ini terlarang bagi pengunjung umum. Kami pun mendengarkan dengan seksama penjelasan mengenai bangunan tersebut yang dibawakan salah seorang pegawai di sana.

Teropong Zeiss yang besar di tengah ruangan

 Kubah mulai terbuka

Untuk melakukan peneropongan terhadap benda langit, bagian kubah observatorium harus dibuka seperti pada gambar dan tidak boleh ada cahaya-cahaya yang dapat mengganggu aktivitas peneropongan.

Terdapat hal yang unik lagi pada ruangan observatorium ini, yaitu panggung Zeiss yang ternyata bisa dinaikkan dan diturunkan. Ketika panggung Zeiss dinaikkan, dapat dilihat di bawahnya terdapat banyak rangka baja yang menopang panggung tersebut, juga merupakan ruangan yang tidak terpakai.

Area bawah panggung Zeiss

Setelah mendapat pengarahan dan penjelasan seputar observatorium ini, kami diarahkan untuk melakukan peneropongan terhadap Venus, Bulan, dan juga cluster bintang yang membentuk gambaran kupu-kupu. Sayangnya momen tersebut tidak bisa diabadikan dikarenakan adanya aturan tidak boleh ada cahaya yang bisa mengganggu aktivitas peneropongan tersebut. Oleh karena pada saat melakukan peneropongan waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, langit sudah mulai gelap dan tidak ada satupun cahaya yang dapat menyinari langkah kita di bagian luar observatorium. Namun bukan berarti kami harus berjalan dalam gelap, cahaya bulan dan bintang-bintang yang ada di langit seakan siap untuk menyinari langkah kita. What a wonderful world!
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai observatorium Bosscha ini, yuk intip penjelasan berikut.

Observatorium Bosscha 

Observatorium Bosscha (Bosscha Sterrenwacht) didirikan oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda dan pembangunannya menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun (1923-1928). Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, merupakan penyandang dana utama berdirinya observatorium Bosscha ini dan sekaligus yang memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Oleh karenanya, nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini. Observatorium Bosscha ini selain merupakan yang tertua, juga meupakan satu-satunya observatorium terbesar yang ada di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Akan tetapi observasi terpaksa dihentikan disebabkan berkecamuknya Perang Dunia II. Usai perang, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini sehingga dapat berfungsi normal kembali. Pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI dan selanjutnya menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Observatorium ini akhirnya difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia. Observatorium Bosscha berada di daerah Lembang, Jawa Barat, bagian utara Kota Bandung dan memiliki tanah seluas 6 Ha.

Teleskop 

(sumber referensi : http://bosscha.itb.ac.id/) 

Teleskop Refraktor Ganda Zeiss 

Teleskop ini merupakan jenis refraktor (menggunakan lensa) dan terdiri dari 2 teleskop utama dan 1 teleskop pencari (finder). Diameter teleskop utama adalah 60 cm dengan panjang fokus hampir 11 m, dan teleskop pencari berdiameter 40 cm. Instrumen utama ini telah digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, antara lain untuk pengamatan astrometri, khususnya untuk memperoleh orbit bintang ganda visual. Selain itu, teleskop ini juga digunakan untuk pengamatan gerak diri bintang dalam gugus bintang, pengukuran paralak bintang guna penentuan jarak bintang. Pencitraan dengan CCD juga digunakan untuk mengamati komet dan planet-planet, misalnya Mars, Jupiter, dan Saturnus. Dengan menggunakan spektrograf BCS (Bosscha Compact Spectrograph), teleskop ini secara kontinu melakukan pengamatan spektrum bintang-bintang.

Teleskop Schmidt Bima Sakti 

Teleskop Schmidt Bima Sakti mempunyai sistem optik Schmidt sehingga sering disebut Kamera Schmidt. Teropong ini mempunyai diameter lensa koreksi 51 cm, diameter cermin 71 cm, dan panjang fokus 127 cm. Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur galaksi Bima Sakti, mempelajari spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova, Nova untuk ditentukan terang dan komposisi kimiawinya, dan untuk memotret objek langit. Diameter lensa 71,12 cm. Diameter lensa koreksi biconcaf-biconfex 50 cm. Titik api/fokus 2,5 meter. Juga dilengkapi dengan prisma pembias dengan sudut prima 6,10, untuk memperoleh spektrum bintang. Dispersi prisma ini pada H-gamma 312A tiap malam. Alat bantu extra-telescope adalah Wedge Sensitometer, untuk menera kehitaman skala terang bintang , dan alat perekam film.

Teleskop Refraktor Bamberg 

Teropong Bamberg juga termasuk jenis refraktor yang ada di Observatorium Bosscha, dengan diameter lensa 37 cm dan panjang fokus 7 m. Teropong ini berada pada sebuah gedung beratap setengah silinder dengan atap geser yang dapat bergerak maju-mundur untuk membuka atau menutup. Karena konstruksi bangunan, jangkauan teleskop ini hanya terbatas untuk pengamatan benda langit dengan jarak zenit 60 derajat, atau untuk benda langit yang lebih tinggi dari 30 derajat dan azimut dalam sektor Timur-Selatan-Barat. Untuk obyek langit yang berada di langit utara atau azimut sektor Timur-Utara-Barat praktis tak dapat dijangkau oleh teleskop ini. Teleskop ini selesai diinstalasi awal tahun 1929 dan digerakkan dengan sistem bandul gravitasi, yang secara otomatis mengatur kecepatan teleskop bergerak ke arah barat mengikuti bintang yang ada di medan teleskop sesuai dengan kecepatan rotasi bumi. Teleskop ini juga telah dilengkapi dengan detektor moderen, menggunakan kamera CCD. Teleskop ini biasa digunakan untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengukur fotometri gerhana bintang, mengamati citra kawah bulan, pengamatan matahari, dan untuk mengamati benda langit lainnya. Dilengkapi dengan fotoelektrik-fotometer untuk mendapatkan skala terang bintang dari intensitas cahaya listrik yang di timbulkan. Diameter lensa 37 cm. Titik api atau fokus 7 meter.

Teleskop Cassegrain GOTO 

Teleskop Goto berjenis reflektor Cassegrain dengan diameter cermin utama 45 cm. Cermin utama yang berbentuk parabola memiliki panjang fokus 1,8 m dan cermin sekunder yang berbentuk hiperbola memiliki panjang fokus 5,4 m. Teleskop ini merupakan bantuan dari kementrian luar negeri Jepang melalui program ODA (Overseas Development Agency), Ministry of Foreign Affairs, pada tahun 1989. Dengan teleskop ini, objek dapat langsung diamati dengan memasukkan data posisi objek tersebut. Kemudian data hasil pengamatan akan dimasukkan ke media penyimpanan data secara langsung. Teropong ini juga dapat digunakan untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang. Dilengakapi dengan spektograf dan fotoelektrik-fotometer

Teleskop Refraktor Unitron 

Teleskop Unitron adalah teropong refraktor dengan lensa obyektif berdiameter 102 mm dan panjang fokus 1500 mm. Teropong ini diinstalasi pada mounting Zeiss yang masih asli dengan sistem penggerak bandul gravitasi, sama seperti pada teropong Bamberg. Dari segi ukuran, teropong ini baik untuk pengamatan matahari maupun bulan, dan banyak digunakan untuk praktikum mahasiswa. Dengan ukuran yang kecil dan ringan, teropong ini mudah dibawa dan telah beberapa kali digunakan dalam ekspedisi pengamatan gerhana matahari total, misalnya tahun 1983 di Cepu, Jawa Tengah, dan tahun 1995 di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan gerhana matahari, dan pemotretan bintik matahari serta pengamatan benda-benda langit lain. Dengan Diameter lensa 13 cm, dan fokus 87 cm

Teleskop Surya 

Teleskop ini merupakan teleskop Matahari yang terdiri dari 3 buah telekop Coronado dengan 3 filter yang berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi citra Matahari yang sepenuhnya dibuat sendiri. Fasilitas ini merupakan sumbangan dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan, Negeri Belanda, Leids Kerkhoven-Bosscha Fonds, Departemen Pendidikan Nasional, serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Teleskop radio 2,3m 

Teleskop radio Bosscha 2,3m adalah adalah instrumen radio jenis SRT (Small Radio Telescope) yang didesain oleh Observatorium MIT-Haystack dan dibuat oleh Cassi Corporation. Teleskop ini bekerja pada panjang gelombang 21 cm atau dalam rentang frekuensi 1400-1440 MHz. Dalam rentang frekluensi tersebut terdapat transisi garis hidrogen netral, sehingga teleskop ini sangat sesuai untuk pengamatan hidrogen netral, misalnya dalam galaksi kita, Bima Sakti. Selain itu, teleskop ini dapat digunakan untuk mengamati obyek-obyek jauh seperti ekstragalaksi dan kuasar. Matahari juga merupakan obyek yang menarik untuk ditelaah dalam panjang gelombang radio ini. Obyek eksotik, seperti pulsar, juga akan menjadi taget pengamatan dengan teleskop radio ini.


Wah, observatorium Bosscha sangat mengagumkan yah. Akan tetapi, melihat kondisi sekitar Lembang yang telah dipadati oleh permukiman secara tidak langsung memberikan ancaman bagi keberlangsungan aktivitas di Bosscha. Hal ini disebabkan oleh semaraknya lampu-lampu kota dan permukiman yang ada. Bagaimana sebaiknya menanggulangi hal tersebut? Bukankah kita tidak ingin hanya nama saja bahwa observatorium terbesar se-Asia Tenggara, tetapi juga aktivitasnya tidak mati dan menjadi bangunan yang bisa berfungsi dengan baik bukan?
Menikmati keindahan semesta memang merupakan kepuasan visual tersendiri bagi kita. Semesta kita telah memperlihatkan banyak sensasi di angkasa sana. Sungguh kuasa Allah SWT yang tiada taranya…

Minggu, 06 Oktober 2013

Hunter X Hunter

"Mari ucapkan selamat pagi 
Wujudkan mimpimu lagi 
Semoga hari ini jadi hari yang indah" 

Sepenggal lirik dari film animasi berjudul Hunter x Hunter membuat diri bernostalgia sejenak. Penggalan dari lirik ini memberikan kesan yang mendalam untuk tidak patah semangat dalam menggapai apa yang kita inginkan. ^^ Sama halnya dengan tokoh utama dari anime ini, Gon Freecss, yang tidak pernah menyerah untuk menjadi seorang Hunter Pro seperti ayahnya.
 
Gon Freecss 
 sumber: hunterxhunter.wikia.com 

Hunter x Hunter menceritakan tentang seorang anak bernama Gon Freecss yang berjuang menjadi seorang Hunter Pro demi bertemu ayahnya, Ging Freecss. Dalam perjalanannya ke tempat ujian, Gon bertemu dengan Leorio dan Kurapika yang kelak menjadi sahabatnya. Mereka bersama-sama memiliki keinginan tersendiri untuk menjadi Hunter. Kurapika merupakan anggota terakhir suku Kurata yang tersisa dan tujuannya ingin menjadi seorang hunter untuk membalaskan dendam suku Kurata yang telah dibunuh dan dicuri matanya oleh sekelompok pemburu dan pencuri profesional bernama "Genai Ryodan". Sedangkan Leorio ingin menjadi seorang hunter demi mendapatkan uang untuk biaya sekolahnya menjadi seorang dokter. Hal ini dikarenakan masa kecil Leorio yang telah kehilangan sahabatnya karena penyakit ganas. Sahabat Leorio tersebut meninggal karena tidak memiliki biaya pengobatan. Sejak saat itu Leorio berjanji pada dirinya untuk menjadi seorang dokte yang membantu mereka yang membutuhkan, tapi untuk menjadi dokter pun ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


Kurapika
sumber: hunterxhunter.wikia.com
              


Leorio
sumber: hunterxhunter.wikia.com 


Perjalanan mereka dilanjutkan hingga mereka tiba di tempat ujian Hunter.Di tempat itulah, Gon bertemu dengan Killua Zoldyck. Killua memperkenalkan dirinya sebagai anggota keluarga Zoldyck yang terkenal sebagai assasin (pembunuh bayaran). Mendengar itu Gon semakin tertarik dengan Killua yang tidak jauh beda umurnya dengan dirinya dan bahkan tidak merasa takut. Killua pun juga merasa nyaman berteman dengan Gon, sebab ini pertama kalinya Killua berbicara seperti seorang anak normal yang memiliki teman.

  
Killua Zoldyck 
sumber: hunterxhunter.wikia.com 

Ujian demi ujian mereka lalui bersama, mulai dari tes untuk menguji fisik, tes untuk melakukan observasi, tes menguji mental, dan ujian lainnya hingga akhirnya memasuki tahap terakhir ujian. Dalam menjalani ujiannya, mereka bertemu dengan lawan-lawan yang tangguh seperti Hisoka, Illumi (yang ternyata merupakan kakak dari Killua), Hanzo, dan beberapa lainnya yang juga ingin menjadi Hunter Pro. 

 
 Hisoka 
sumber: hunterxhunter.wikia.com 

Cerita berlanjut hingga ujian Hunter selesai dan menjadi semakin seru. Gon dan Killua yang pada akhirnya menjadi sahabat. Kurapika yang berhasil meningkatkan kekuatannya demi membalaskan dendam sukunya dan Leorio yang belajar giat demi cita-citanya menjadi seorang dokter. Ceritanya tidak berakhir di sini sebabmasih banyak petualangan seru lainnya yang terjadi.


 
Genai Ryodan (Spiders) 
sumber: www.fanpop.com 

Film animasi karya Yoshihiro Togashi ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1998 dan kemudian pada tahun 2011 muncul animasi terbarunya yang bisa dibilang hasil revisi dari tahun 1998. Tetapi saya pribadi lebih menyukai edisi tahun 1998 karena ceritanya lebih lengkap. hehe.... Pada edisi tahun 2011, alurnya menjadi semakin ringkas dan beberapa tokoh tidak dimunculkan seperti pada tahun 1998. Walaupun demikian, Hunter x Hunter edisi apapun tetap bisa merenggut hati penggemarnya, seperti saya. Bagaimana dengan anda? ^^

Rabu, 04 September 2013

What a Wonderful World

I see trees of green... red roses too
I see them bloom... for me and you
And I think to myself... what a wonderful world

I see skies of blue... and clouds of white
The bright blessed day... the dark say good night
And I think to myself... what a wonderful world

The colors of the rainbow... so pretty in the sky
Are also on the faces... of people going by
I see friends shaking hands.... sayin' "how do you do?"
They're really sayin' "I love you"

I hear babies cryin'.... I watch them grow
They'll learn much more... than I'll ever know
And I think to myself... what a wonderful world
Yes I think to myself.... what a wonderful world

- - -

The colors of a rainbow.... so pretty in the sky
Are there on the faces.... of people...going by
I see friends shaking hands.... saying..how do you do
They're really sayin... (I ....love....you).

I hear babies cry.....I watch them grow
(you know their gonna learn A whole lot more than I'll never know)
And I think to myself ....what a wonderful world
Yes I think to myself .....what a wonderful world

Lost by Michael Buble

I can’t believe it’s over
I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I’d only knew
The days were slipping past
That the good things never last
That you were crying

Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And god I hope it’s not too late
It’s not too late
’Cause you are not alone
I’m always there with you
And we’ll get lost together
Till the light comes pouring through
’Cause when you feel like you’re done
And the darkness has won
Babe, you’re not lost
When your worlds crashing down
And you can’t bear the thought
I said, babe, you’re not lost
Life can show no mercy
It can tear your soul apart
It can make you feel like you’ve gone crazy
But you’re not
Things have seem to changed
There’s one thing that’s still the same
In my heart you have remained
And we can fly fly fly away
’Cause you are not alone
And I am there with you
And we’ll get lost together
Till the light comes pouring through
’Cause when you feel like you’re done
And the darkness has won
Babe, you’re not lost
When the worlds crashing down
And you can not bear the cross
I said, baby, you’re not lost
I said, baby, you’re not lost
I said, baby, you’re not lost
I said, baby, you’re not lost