Kamis, 23 Januari 2014

Fenomena kekinian...

Teknologi diciptakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sejak penemuan mesin cetak oleh Gutenberg seakan membuka gerbang besar bagi perkembangan teknologi pada masa itu. Para ilmuan seakan tidak berhenti menciptakan penemuan-penemuan lainnya yang diharapkan dapat mempermudah kegiatan lainnya. Teknologi pun berkembang hingga memasuki era modern ini bahkan memiliki berbagai jenis dan memegang peranan masing-masing. Salah satu yang popular dalam era globalisasi ini adalah gadget. Gadget merupakan hasil teknologi komunikasi dan informasi yang dikemas dalam bentuk benda yang sangat praktis, berupa handphone, tablet, computer, dan sejenisnya. Teknologi ini pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kemudahan saling berhubungan antara satu lingkaran kecil terhadap lingkaran besar di luar yang kecil tersebut (bersifat luas). Akan tetapi, penggunaan gadget untuk masa sekarang seakan menjadi hal yang mutlak dan wajib dimiliki semua orang. 

Pada hakikatnya kebutuhan akan gadget secara normal adalah wajar dan tidak terlalu berpengaruh besar terhadap pribadi orang tersebut. Hal yang menjadi permasalahan ketika gadget seakan menjadi “dewa” yang harus dikantongi untuk dibawa kemana-mana. Orang yang sehari saja tidak memegang gadget, seakan kehilangan separuh jiwanya. Bahkan ada yang merupakan fans fanatik dari sebuah brand gadget tertentu. Fenomena yang disebut era gizmo ini memberikan kekhawatiran besar terhadap perkembangan manusia yang menggunakannya. Seperti yang dikatakan Albert Einstein bahwa dunia akan memiliki generasi yang idiot dengan adanya teknologi. 

 Melihat fenomena ini kita patut merasa khawatir akan apa yang terjadi di masa yang akan datang. Rumah pintar yang dikendalikan lewat gadget dan seakan membuat pemiliknya menjadi malas bergerak dan menghabiskan energi yang dikeluarkan teknologi tersebut, remaja yang terlalu sibuk dengan sosial media hingga melupakan kewajibannya sebagai pelajar, dan yang lebih merisaukan melihat anak balita yang bermain menggunakan gadget, sedangkan kita tahu bahwa mata merupakan harta karun yang harus dirawat . Apa jadinya bila umur belasan tahun mata mereka lumpuh hanya karena penggunaan teknologi? Untuk mengantisipasinya, masyarakat harus memiliki paradigma yang baru dalam penggunaanya. Kita memang tidak dapat terlepas dari kehidupan gizmo ini, tetapi kita dapat mengurangi pemakaian terus menerus dari gadget ini dengan melihat dan mengetahui beberapa risiko yang ditimbulkan akibat penggunaan gadget terus-menerus. 

 Terdapat 7 risiko kesehatan yang mengintai akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol (health.detik.com), yaitu merusak mata, menggangu struktur tulang (postur badan), mengendurkan rahang, menimbulkan jerawat dan biang keringat, merusak pendengaran, menghambat tidur, hingga merusak hubungan. Solusi untuk penggunaan gadget harus dimulai dari diri sendiri, dengan membuat aturan tegas untuk tidak menggunakan gadget pada saat tertentu, misalnya di saat berkumpul bersama keluarga terutama orang tua, sehingga kesan tidak sopan dapat lenyap. Peran desainer lainnya untuk solusi penggunaan gadget dapat berupa layar monitor computer yang secara otomatis akan mati ketika kita sebagai pengguna telah melewati batas penggunaannya (beberapa perusahaan besar swasta telah menggunakan teknologi seperti ini). Bahkan gadget pun seperti ingin mengatakan “kurangilah penggunaanku terlalu lama dan istirahatlah”.

Tulisan ini terinspirasi dari pengamatan saya terhadap 
maraknya teknologi yang semakin canggih